Penyakit Kulit Herpes

Penyakit kulit herpes dapat berkembang menjadi penyakit kulit diseminata. Bentuk ensefalitis herpes neonatus cenderung terjadi pada usia akhir minggu ke-2 dan ke-3. Manifestasi dapat berupa lesu, iritabilitas, dan kejang-kejang, seringkali tanpa adanya lesi kulit.

Penyakit Kulit Herpes

Penyakit Kulit Herpes

Selain penularan intrapartum, rneonatus dapat tersebar pada beberapa hari pertama. Penyaki tkulit herpes juga disebut penyakit kulit cacar karena penyakit kulit herpes hampir sama jika dilihat dari gejala dan bentuk penyebaran serta lesi kulit yang terjadi. Penyakit kulit herpes ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung kecil yang berisi cairan yang dalam jumlah banyak dan bila pecah mengandung sejumlah bakteri dan virus yang dapat menyebar dan membentuk lesi gelembung di bagian kulit yang lain. Penyakit kulit herpes yang diawali oleh timbulnya gelembung-gelembung kecil berair ternyata juga dapat tumbuh di bagian organ kelamin, termasuk di anus dan bokong.

Sebagian besar pendapat, mengatakan penyakit kulit herpes yang terjadi di bagian organ kelamin dianggap sebagai penyakit kulit herpes yang menular. Padahal, penyakit kulit herpes juga dapat tumbuh di mana saja sebagai lanjutan dari penyakit cacar air.

Penularan penyakit kulit herpes dapat ditularkan tidak hanya melalui hubungan seksual, namun penularan juga dapat terjadi ketika penderita bersentuhan dengan orang lain atau kontak langsung melalui udara, bersentuhan tangan dsb.

Penyakit kulit herpes memiliki 2 jenis herpes yakni penyakit kulit herpes genitalis dan herpes zooster. Jika penyakit kulit herpes genitalis lebih banyak terjadi pada sekitar organ kelamin oleh karenanya disebut sebagai penyakit kelamin menular. Sedangkan penyakit kulit herpes zooster dapat disebut sebagai lanjutan dari penyakit cacar air atau chickenpox. Penyebab dari kedua jenis herpes ini adalah adanya virus yang bernama virus herpes simplex dan virus varicella zoster yang menimbulkan gelembung-gelembung kecil dengan cairan yang berisi bakteri dan virus.

Jika pada jenis penyakit kulit herpes zoster, gelembung-gelembung kecil yang muncul di permukaan kulit ukurannya lebih besar dan berkelompok pada suatu permukaan kulit. Umumnya timbul di bagian dada, punggung dan dahi.

Untuk mengenali lebih jauh tanda atau gejala awal dari muncul penyakit kulit herpes ini adalah :

  1. Gejala penyakit kulit herpes umumnya terjadi pada awal minggu pertama hingga minggu kedua.
  2. Tumbuh pada bagian ruam kulit yang sangat sensitif dan mudah dimasuki oleh virus dan bakteri.
  3. Setelah beberapa hari atau minggu, terbentuk lepuhan mulai dari ukuran kecil yang berisi oleh cairan bening.
  4. Setelah 7-10 hari, suhu tubuh semakin tidak menentu terkadang naik-turun dan tidak tetap
  5. Jika penyakit kulit herpes terjadi pada bayi, bayi akan mengalami kejang-kejang dan berakibat pada infeksi otak bayi.
  6. Kemudian otot-otot tubuh menjadi lemah dan kendur
  7. Mengalami gangguan pernapasan
  8. Beberapa penderita penyakit kulit herpes ada yang mengalami komplikasi pada peradangan hati atau hepatitis
  9. Terbentuknya pembekuan darah yang dapat menyebar ke bagi permukaan kulit lainnya melalui pembuluh darah akibat virus herpes yang semakin menyebar.

Dibawah ini ada cara alami mengobati penyakit herpes kulit adalah :

  1. Garam mandi
    Penggunaan garam epsom atau garam yang terbaik yang bisa digunakan. Anda bisa membeli haram epsom di supermarket atau juga pada apotek terdekat. Air garam ini bisa Anda pakai sebagai salah satu pembersih dan unntuk pencuci pada daerah yang mengalami infeksi dan bisa membantu untuk membersihkan, serta meredakan dan untuk membantu mengeringkan luka.
    Cara membuat ramuan ini adalah dengan melarutkan 1 sendok teh garam ke dalam 600 ml air, atau juga dengan 1 genggam garam dan dimasukkan ke dalam bak mandi. Hal ini dilakukan sebagai salah satu pengganti untuk menyembuhkan penyakit herpes yang bisa dilakukan dilaut. Dan lakukanlah hal ini secara rutin untuk mendapatkan hasilnya.
  2. Memakai obat penghilang rasa nyeri
    Obat penghilang rasa nyeri sebagai cara mengobati herpes bisa menggunakan obat herpes kulit yang analgesik yang biasa digunakan seperti aspirin dan juga parasetamol. Es juga bisa Anda manfaatkan  untuk menyejukkan kulit saat diletakkan di kulit Anda.
  3. Mengenakan pakaian longgar
    Dengan menggunakan pakaian yang longgar dan bahannya terbuat dari kapas selama mengalami sakit herpes ini maka akan membuat tubuh menjadi lebih nyaman karena gesekan yang terjadi pada kain dengan penyakit herpes Anda bisa akan membuat luka menjadi lebih cepat disembuhkan.
  4. Mandi menggunakan air dingin
    Mengobati dan merawat penyakit herpes selanjutnya adalah dengan mandi menggunakan air dingin. Dan siapapun yang tidak tahan akan rasa sakit yang hebat saat buang air kecil, maka untuk mengurangi rasa sakitnya bisa dilakukan dengan cara mandi dengan air dingin, hal ini sangat penting untuk Anda. Minumlah air putih yang cukup untuk membantu meredakan penyakit dan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda.

Penyakit Kulit Herpes

Posted in Penyakit Kulit Herpes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Penyakit Kulit Herpes Genitalis

Cara Mengobati Penyakit Kulit Herpes Genitalis – Kulit merupakan lapisan jaringan yag terdapat pada bagan luar yang mempunyai fungsi untuk melindungi permukaan tubuh. Penyakit kulit adalah suatu penyakit yang menyerang pada permukaan tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Penyakit kulit seperti halnya penyakit infeksi yang lainnya, yang terjadi pada orang-orang disegala usia. Penyakit kulit memiliki macam-macam yang akan menunjukkan varians dalam gejala dan keparahan dan mungkin menampilkan beberapa karakteristik yang unik.

Cara Mengobati Penyakit Kulit Herpes Genitalis

Cara Mengobati Penyakit Kulit Herpes Genitalis

Salah satu penyakit kulit adalah penyakit kulit herpes genitalis. Penyakit herpes genitalis merupakan penyakit infeksi akut yang terjadi pada genital dengan gejala khas berupa verikel yang berkelompok pada dasar erimatosa, dan lebih cenderung bersifat rekuren. Dan umumnya penyakit herpes genitalis ini disebabkan karena herpes simpleks virus tip 2 (HSV-2), namun sebagian kecil bisa pula oleh tipe 1. Cara mengobati penyakit kulit herpes genitalis ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan penunjang herpes.

Cara mengobati penyakit kulit herpes genitalis dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang paling sederhana adalah dengan melakukan Tes Tzanik yang diwarnai dengan pengecatan dari giemsa atai wright, dan hal ini akan terlihat di sel raksasa yang berinti banyak. Sensitivitas dan spesifitas dari pemeriksaan ini umumnya rendah.

Cara mengobati penyakit kulit herpes genitalis dengan cek laboratorium adalah :

  1. Hispatologis
    Vesikel herpes simpleks yang terletak intraepidermal, epidermis yang terpengaruh pada dermis menjadi infiltrate dengan leukosit dan eksudat sereus yang merupakan kumpulan sel yang terakumulasi di dalam stratum korneum yang membentuk vesikel.
  2. Pemeriksaan serologis (ELISA dan Tes POCK)
    ELISA mendeereksi adanya antibody dari HSV-1 dan HSV-2
    Tes POCK untuk HSV-2 yang sekarang mempunyai sensitivitas yang tinggi.
  3. Kultur Virus
    Kultur virus yang diperoleh dari specimen pada lesi yang dicurigai masih merupakan prosedur pilihan yang merupakan gold standar pada stadium yang terjadi pada lesi kulit, ensefalitis, makrosefali, dan keratokonjungtivitis. Herpes genital primer HSV-2 dan infeksi HSV-1 ditandai dengan kekerapan dari gekala lokal dan sistem prolong.

Penyakit kulit herpes genitalis dibagi menjadi dua jenis yakni Herpes Simplez Virus (HSV) tipe 1 dan HSV tipe 2. Biasanya kedua jenis penyakit kulit herpes genitalis ini secara serologik, biologik, dan juga fisikokimia tidak bisa dibedakan. Namun berdasarkan penelitian, HSV 2 biasanya merupakan salah satu jenis penyakit herpes kulit yang termasuk ke dalam tipe yang dominan yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat. Sedangkan HSV 1 kebanyakan ditularkan akibat melakukan hubungan seksual bersifat oro-genital atau sifatnya adalah melalui tangan.

Gejala penyakit herpes kulit genitalis ini adalah biasanya gejala awal yang muncul adalah timbul di hari 4-7 setelah masa penularan. Kemudian gejala awal yang muncul berupa rasa gatal, kesemutan dan juga sakit. Dan akan muncul bercak berwarna kemerahan yang bentuknya kecil, dan juga diikuti oleh beberapa lepuhan yang kecil dan rasanya nyeri. Kemudian lepuhan ini akan pecah dan setelah itu bergabung membentuk suatu luka yang melingkar. Luka ini menimbulkan rasa nyeri dan menimbulkan bekas keropeng. Pada penderita biasanya mereka mengalami nyeri saat melakukan buang air kecil dan atau yang biasa disebut dengan istilah disuria yang jika berjalan akan menimbulkan rasa nyeri. Setelah itu, luka tersebut akan membaik dalam waktu 10 hari namun akan menimbulkan jaringan parut. Kelenjar getah bening yang terjadi pada selangkangan biasanya bentuknya agak membesar. Dan gejala awal yang munculnya ini biasanya rasanya nyeri, serta lebih lama dan juga lebih meluas dibandingkan dengan gejala yang selanjutnya dan mungkin juga bisa disertai dengan datangnya demam.

Untuk pria biasanya luka yang muncul pada setiap bagian penis, dan juga termasuk ke dalam kulit depan penis yang tidak disunatl. Sedangkan penyakit herpes kulit genitalis pada wanita akan muncul gejala lepuhan serta luka yang berbentuk di vulva dan juga pada leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus, maka lepuhan tadi akan berbentuk pada sekitar anus atau juga bisa terjadi di dalam rektum. Untuk mereka yang menderita gangguan pada sistem kekebalan misalnya adalah penderita penyakit HIV AIDS, maka luka herpes bisa akan menjadi lebih berat, dan bisa juga menyebar pada bagian tubuh yang lainnya, dan bisa menetap selama beberapa minggu, atau juga bahkan lebih dan mengalami suatu resistensi pada pengobatan menggunakan obat herpes kulit asiklovir.

Gejala-gejala yang muncul biasanya juga akan bersifat kambuhan dan akan datang kembali di daerah yang pernah dialami atau juga pada daerah sekitarnya. Hal ini disebabkan karena virus akan menetap pada saraf panggul yang paling dekat dan kemudian kembali aktif dan akan kembali menginfeksi kulit Anda jika sistem kekebalan tubuh Anda mengalami penurunan.

Cara Mengobati Penyakit Kulit Herpes Genitalis

Posted in Penyakit Kulit Herpes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kulit Herpes Zoster

Penyakit kulit herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-Zoster yang sifatnya “localiced”, terutama menyerang orang dewasa dengan ciri khas berupa nyeri radikuler unilateral dan gerombolan veskule yang tersebar sesuai dermatom yang diinversi oleh satu ganglion saraf sensoris.

Penyakit Kulit Herpes Zoster

Penyakit Kulit Herpes Zoster

Penyakit kulit herpes zoster pada penderita-penderita yang pernah menderita varisela karena reaktivasio yang laten yang terdapat pada ganglion dorsalis atau nervus kranialis. Penyakit kulit herpes (shingles) yang merupakan suatu ruam kulit yang diakibatkan oleh virus Varicella zoster virus (vzv). Setelah seseorang menderita cacar air. Virus herpes zoster ini hidup dalam sistem saraf yang penuh di dalam tubuh dan tidak pernah dibersihkan.

Virus dari penyakit kulit herpes zoster ini umumnya menyebabkan shingles dan cacar air namun tidak sama pada virus herpes yang dapat menyebabkan herpes pada organ kelamin yang dapat ditularkan dengan mudah melalui hubungan seksual.

Virus dari penyakit kulit herpes zoster ini bersifat menular. Virus yang ditularkan dari seseorang kepada anak-anak atau dewasa yang belum pernah mendapat cacar air. Sepanjang ada lepuh-lepuh (blister-blister) baru yang terbentuk dan lepuh-lepuh yang lama sembuh. Seluruh lepuh-lepuh yag telah bergerak dan virus herpes ini tidak dapat disebar lagi.

Penyakit kulit herpes zoster yang timbul di bagian hidung dan dahi  ini ketika terjadi cukup mengkhawatirkan, karena apabila virus herpes zoster sampai timbul pada bagian hidung kemudian menjalar hingga ke mata, mata akan kehilangan penglihatan.

Pencegahan dan pengobatan penyakit kulit herpes

Untuk mencegah berkembangnya penyakit kulit herpes zoster dengan pemberian vaksin. Vaksin yang dikenal sebagai Zostavax yang umumnya digunakanpara dokter untuk pencegahan virus herpes zoster yang menyerang usia lanjut. Vaksin ini juga dapat diberikan kepada anak-anak sebagai benuk pencegahan dari penularan penyakit kulit herpes zoster yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Dengan pemberian vaksin tersebut sejak dini,diharapkan akan mengurangi angka kejadian penyakit kulit herpes zoster yang disebabkan oleh virus ketika anak-anak ini menjadi dewasa. Pemberian vaksin juga dapat diawali melalui seorang ibu atau ketika sang anak lahir stelah beberapa  pasca kelahirannya.

Penyakit herpes zooster merupakan penyakit herpes yang biasanya dikenal masyarakat sebagai istilah penyakit cacar ular. Dan biasanya penyakit ini merupakan penyakit yang mempunyai kejadian paling tinggi dari semua jenis penyak neurologi. Penyakit herpes zooster memang sangat jarang terjadi, namun sekitar 10-12% populasi biasanya diperkirakan akan mengalami serangan herpes kulit zooster ini selama mereka hidup.

Penyakit herpes zooster merupakan salah satu bentuk manifestasi dari reaktivitas virus Varicella-zoster yang sifatnya laten dari syaraf pusat dorsal atau juga yang sifatnya kranial. Lesi yang muncul dari penyakit herpes zooster ini biasanya akan mengenai pada seluruh kulit tubuh atau juga pada membran mukosa. Dan herpes zooster ini biasanya akan diawali dengan terjadinya gejala-gejala pedromal selama kurang lebih 2-4 hari, dan rasa gatal, sakit yang menusuk, parastesi, serta gejala-gejala yang menimbulkan rasa seperti terbakar pada sesnitivitas yang muncul di sepanjang lintasan dari saraf yang terkena.

Untuk menegakkan diagnosa dari penyakit herpes kulit zooster ini harus berdasarkan riwayat dari kasus dan juga gambaran klinis yang sifatnya khas, sehingga tidak memerlukan suatu pemeriksaan laboratorium. Dan walaupun begitu, pemeriksaan dari laboratorium biasanya dianjurkan jika gambaran klinis sifatnya tidak khas atau juga tidak menentukan status pada kekebalan terhadap virus Varicella zooster ini untuk mereka yang mempunyai resiko lebih tinggi. Dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan bisa meliputi suatu hapusan dari Tzank, dan dideteksi antigen virus dan juga antibodi virus.

Perawatan penyakit herpes kulit zooster ini adalah suatu hal yang sangat penting. Pendidikan dari pasien serta dukungan dari keluarga bisa mendukung dari proses penatalaksanaan penyakit herpes zooster. Hal ini biasanya meliputi suatu penjelasan dan juga jalannya dari suatu penyakit, rencana pengobatan, dan juga memperhatikan pengaturan dosis dari antivirus. Jika pasien tidak mempunyai pemahaman dan ketakutan pada pasien tentang penyakit herpes zooster ini maka harus benar-benar diperhatikan dan pasien juga haruslah memberitahu kepada orang yang belum pernah mengalami cacar air bahwa penyakit ini menular. Perintahkan pasien agar tetap menjaga lesi atau ruam yang muncul dalam keadaan bersih dan juga kering untuk membantu mengurangi resiko munculnya infeksi bakteri, serta melaporkan pada setiap perubahan suhu badan, dan menggunakan pembalut yang bersih dan steril basah untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Obat topikal antibiotik dan pembalut yang adesif bisa membuat penundaan ruam dan hal ini haruslah dihindari.

Salah satu komplikasi yang terjadi pada penyakit herpes zooster adalah postherpetic neuralgia yang merupakan komplikasi umum dari penyakit ini. Dan komplikasi dari postherpectic ini terjadi sekitar 10-15% pada pasien penyakit herpes zooster dan bisa mengalami kerusakan saraf trigeminal.

Penyakit Kulit Herpes Zoster

Posted in Penyakit Kulit Herpes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi

Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi – Pada beberapa kasus, penyakit kulit herpes ditandai dengan gambaran radiologis pneumonia interstisial. Penyakit kulit herpes dapat melibatkan kulit, mulut atau mata. Seperti pada penyakit diseminata, biasanya nampak pada sekitar 9-11 hari. Vesikel dapat diamati pada bagian yang menonjol, verteks atau bokong (breech).

Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi

Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi

Gambar : Penyakit kulit herpes pada bayi

Jika ada tanda-tanda pada mata dapat masuk keratokonjungtivitis. Jika tidak dikenali dan diobati dengan segera penyakit kulit dapat berkembang menjadi penyakit diseminata. Bentuk ensefalitis herpes neonatus cenderung terjadi pada usia akhir minggu ke-2 dan ke-3. Manisfetasi dapat berupa lesu, iritabilitas dan kejang-kejang, seringkali tanpa adanya lesi kulit.

Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi selain penularan intrapartum, herpes neonatus dapat tersebar pada beberapa hari pertama pascalahir. Dalam hal ini, virus penyakit kulit herpes biasanya adalah HSV-1. Sumbernya adalah pengasuh atau kerabat dengan herpes oral yang menularkan infeksi melalui kontak langsung dengan bayi, misalnya mencium bayi pada muka atua jari kaki. Konsekuensinya sama dnegan yang telah dijelaskan pada infeksi intrapratum.

Pengobatan penyakit kulit herpes pada bayi

Asiklovir sangat manjur dalam mengobati infeksi ini. Obat ini secara selektif diaktivasi oleh timidin kinase HSV menjadi turunan yang terfosforilasi yang selanjutnya berperan sebagai penghambat sintesis DNA virus. Pada neonatus yang terinfeksi tanpa bukti adanya penyakit CNS. Beberapa ahli secara rutin megobati semua bentuk herpes paling tidak 21 hari. Setelah pengobatan berhasil dengan pemberian aisklovir pada beberapa bayi terdapat vesikel kulit yang berulang, lesi herpes ini biasanya bukan karena resisten terhadap asiklovir namun kemungkinan karena menurunnya imunitas spesifik HSV setelah terapi asiklovir.

Umumnya penyakit kulit herpes yang terjadi pada bayi dapat ditularkan dan diturunkan dari sang ibu penderita herpes. Ketika bayi dalam kandungan terpapar oleh virus herpes yang dibawa sang ibu. Dari beberapa survei 601 bayi yang dilahirkan oleh wanita yang mendapatkan pengobatan asiklovir selama kehamilan. Walaupun wanita hamil diberi terapi asiklovir supresif, biakan virus harus diambil dari ibu dan bayi pascalahir.

Namun, ada beberapa hal yang harus diwaspadai dari Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi adalah ketika mendapati bayi tertular penyakit kulit herpes genitalis yang berpotensi menyebabkan kematian pada bayi yang terinfeksi. Bila seorang perempuan mempunyai penyakit kulit herpes kelamin aktif disaat melahirkan maka dianjurkan melahirkan dengan bedah caesar.

Dibawah ini ada komplikasi yang terjadi akibat dari penyakit kulit herpes pada bayi yakni :

Herpes Varicella
Biasanya pada anak yang mengalami imunokompeten, dan biasanya akan dijumpai pada penyakit herpes varicella yang sifatnya ringan sehingga jarang ditemukan suatu komplikasi. Namun dibawah ini ada beberapa jenis komplikasi yang muncul adalah :

  1. Infeksi sekunder yang muncul pada kulit yang penyebabnya adalah bakteri.
  2. Scar yang berhubungan dengan adanya infeksi dari staphylococcus atau juga streptococcus yang berasal dari garukan.
  3. Pneumonia yang akan muncul pada anak-anak yang usianya lebih tua dibandingkan orang dewasa
  4. Neurologik
  5. Enchephalitis
  6. Herpes zooster, lanjutan dari penyakit herpes varicella
  7. Dan reye syndrome

Sedangkan komplikasi yang muncul dari penyakit herpes zooster adalah :

  1. Infeksi sekunder yang terjadi pada kulit yang biasanya disebabkan karena bakteri
  2. Posphertic neuralgia (PHN)
    Kejadiannya biasanya akan mengalami peningkatan dengan usia yang semakin bertambah dimana kurang lebih 50% terjadi pada penderita PHN yang usianya lebih dari 60 tahun dan PHN biasanya akan jarang terjadi pada anak-anak.
  3. Pada daerah ophthalmic akan terjadi suatu keratitis, episcleritis, iritis, papillitis, dan juga kerusakan yang terjadi pada saraf.
  4. Herpes cooster yang dseiminata yang bisa mengenai pada organ tubuh misalnya adalah seperti otak, paru, serta bagian orang tubuh lainnya yang bisa berakibat sangat fatal.
  5. Meningoenchepalitis
  6. Motor paresis
  7. Bentuk scar

Penncegahan penyakit herpes kulit pada bayi bisa dilaukan dengan cara memberikan imunisasi pasir. Oenggunaan dari VZIG (Varicella Zooster Immunoglobulin) dan dalam pemberiannya biasanya digunakan untuk 3 hari kurang dari 96 jam setelah terpajan VZV, pada anak-anak biasanya imunokompeten akan terbukti bisa mencegah munculnya varicella sedangkan pada anak-anak, imunokompromis pemberian dari VZIG bisa meringankan munculnya gejala varicella.

VZIG bisa diberikan pada anak-anak yang usianya kurang dari 15 tahun yang belum pernah mengalami varicella atau juga penyakit herpes zooster. Setelah usia pubertas lebih dari 15 tahun yang belum pernah mengalami herpes varicella atau cacar air sebelumnya atau juga herpes zooster maka tidak  mempunyai antibodi pada VZV. Bayi yang biasanyabaru loahir, dimana ibunya mengalami masalah varicella dalam kurun waktu sekitar 5 hari sebelumnya atau juga 48 jam setelah proses melahirkan. Dan bayi premature serta bayi usia kurang dari 14 hari yang ibunya belum pernah mengalami serangan cacar air dan dan cacar ular. Serta untuk anak-anak yang mengalami leukimia atau juga limphoma yang belum pernah mengalami varicella.

Penyakit Kulit Herpes Pada Bayi

Posted in Penyakit Kulit Herpes | Tagged , , , , , , | Leave a comment